Selasa, 05 Juli 2016

Pasta Gigi untuk Mengobati Luka Bakar, Apakah itu Benar?


Sumber: http://infoterkini-15.blogspot.co.id/2016/04/ 
fakta-salah-kaprah-obat-luka-bakar.html

          Penggunaan pasta gigi sebagai cara pertolongan pertama pada luka bakar kerap sekali dilakukan oleh banyak orang di Indonesia maupun di negara Asia lainnya. Paskanya, sensasi dingin dan menyegarkan yang diberikan pasta gigi pada luka bakar sering kali dipercaya sebagai sensasi “menyembuhkan” dari pasta gigi tersebut. Akan tetapi, benarkah pasta gigi dapat menyembuhkan luka bakar?

          Untuk mengetahui jawabannya, perlu kita selidiki sendiri komposisi standar dari suatu pasta gigi. Banyak pasta gigi yang beredar di Indonesia mengandung mentol maupun senyawa kimia lain yang membuat adanya sensasi dingin seperti yang kita rasakan ketika sedang mengosok gigi. Sensasi ini  jugalah yang membuat luka yang kita oles dengan pasta gigi terasa dingin dan menyegarkan. Sehingga, dalam aspek sensasi dingin ini, pasta gigi tidak terbukti dapat menyembuhkan luka bakar.

Image via keluargaberencana 
          Sementara itu, Dr Ankur Bhatnagar dari Department of Plastic Surgery and Burns di Sanjay Gandhi Post Graduate Institute of Medical Sciences (SGPGI), India, menambahkan bahwa pemberian pasta gigi pada luka bakar dapat meningkatkan resiko infeksi dan iritasi berlanjut karena senyawa – senyawa kimia yang terdapat pada pasta gigi tersebut, contohnya seperti Kalsium. 

          Lalu, apa yang harus kita lakukan sebagai pertolongan pertama pada luka bakar? 
1. Taruh area yang mengalami luka bakar dengan air mengalir hingga sensasi terbakar berhenti
2. Tutup luka bakar dengan kain / kasa yang bersih
3. Bawa ke dokter (rumah sakit terdekat maupun puskesmas) untuk penanganan luka lebih lanjut 
Image via Bebasluka 

          Jadi, sudah tahu bukan bahwa menggunakan pasta gigi untuk mengobati luka bakar itu tidak benar dan bahkan membahayakan? Oleh sebab itu, mari kita hentikan penggunaan home remedy yang tidak benar itu dan ajarkan pula orang – orang di sekitar kita dalam memberikan pertolongan pertama pada luka bakar! ~sky


Fast info:
1. Jangan gunakan pasta gigi untuk mengobati luka bakar
2. Gunakan air mengalir sebagai pertolongan pertama dalam menangani luka bakar, lalu balut luka dengan kasa bersih steril
3. Minta pertolongan dari tim medik



Referensi:
The Times of India. Never apply toothpaste on burn area say doctors [Internet]. [Place unknown]: Times News Network; 2013 [cited date June 29, 2016]. Available from: http://timesofindia.indiatimes.com/city/lucknow/Never-apply-toothpaste-on-burn-area-say-doctors/articleshow/26981687.cms
 

Gluten free-food may be for him or her ... but not for you!*

Photo via Glutenfreeliving
Apakah anda pernah liat bagian makanan di supermarket yang dilabelkan "Gluten-free"? Walaupun kemasannya lebih cantik dan kelihatannya lebih mewah, glutten-free food is not for everyone!  

Gluten adalah salah satu bahan makanan yang terdapat di roti, spagetti, tepung dan makanan yang dibuat dari gandum dan padi-padian (wheat, oats, barleys, rye and other grains). Biasanya, gluten dapat dicerna dengan baik dan aman. Bahkan, sebagai semacam protein, gluten terdiri dari banyak amino acid proline dan glutamine. Amino acid adalah batu bata yang dapat digunakan oleh tubuh ktia untuk membangun protein-protein lainnya. 

Sebenarnya, Gluten-free food ini dibuat khusus untuk penderita coeliac disease. Makanan ini berasal dari negeri barat; dimana terdapat banyak caucasian yang mempunyai gene HLA-DQ2 dan HLA-DQ8. Dalam tubuh pasien coeliac disease, gluten yang dimakan dan dicerna menjadi sasaran immune system penderita coeliac disease. Immune system mengadakan respons terhadap gluten dan merusak jaringan tubuh disekililingnya (e.g.struktur usus halus). Jadi, untuk mengobati coeliac disease, para dokter merekomendasikan pola makanan yang bebas gluten! Kesannya, jika kita tidak mengidap coeliac disease, kita tidak perlu makan gluten-free!

Selain ini, ada juga orang-orang yang menyebar hoax bahwa gluten-free food bagus untuk mengurangkan berat badan. Gelombang anti-gluten dimulai oleh (Dr) William Davis yang menulis buku Wheat Belly. Dokter ini menyarankan bahwa gluten-free diet dapat mengurangkan badan kita. Akan tetapi, sampai sekarang, tidak ada penelitian atau informasi lain yang menganjurkan ini. dan kita perlu tahu bahawa terdapat banyak cara-cara lain yang lebih efektif dan hemat untuk mengurangkan berat badan. Contohnya, meningkatkan aktivitas dan berolahraga. 

Jika anda masih bingung, konsultasi dengan dokter yah :D


Fast-info: 

1. Gluten-free food adalah solusi bagi penderita coeliac disease 
2. Allergy terhadap gluten adalah sebab lainnya.
3. Makanan yang mengandung gluten tidak menyebabkan diabetes atau obesity